Merenungi Ayat Qur’an (MAQ) : Surat Al-Baqarah Ayat 155

Merenungi ayat Qur'an.jpg

Meaningful Verses/ Merenungi Ayat Qur’an (MAQ) : Surat Al-Baqarah Ayat 155 : Halo bagaimana kabarnya? Kali ini saya ingin membuat serial postingan untuk blog ini yang mengkhususkan untuk merenungi ayat Alquran.

Kenapa? Karena saya ingin lebih banyak menulis tentang agama Islam. Saya juga ingin pada saat yang sama menyebarkan kebaikan, dakwah dan belajar tentang agama Islam insya Allah. Sebenarnya saya juga terinspirasi oleh ide saya sendiri dalam membuat tulisan blog bertema Ramadan yang saya tuliskan di website komunitas. Serial ini juga harapannya sekalian menyelami suasana bulan Ramadan.

Serial postingan ini akan saya namakan Merenungi Ayat Quran (MAQ). Dalam membuat tulisan MAQ ini terbatas pada pemahaman saya yang sejujurnya masih minim tentang agama Islam. Ayat-ayat yang saya bahas tentunya berkenaan atau menyentuh batin dan telah memberikan saya inspirasi. Semoga juga dapat memberikan manfaat pada semua yang baca ya. 

Surat Al Baqarah Ayat 155

Nah ayat pertama yang mau saya bahas adalah ayat dari surat al-baqarah ayat 155. Begini bunyinya:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

155. Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,

Kelanjutannya:

Al Quran Surat Al Baqarah ayat 156

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

Al Quran Surat Al Baqarah ayat 157

Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Merenungi Makna Surat Al-Baqarah Ayat 155

Nah kenapa saya merasa ayat ini menjadi ayat yang sangat menyentuh hati? Karena seringkali ketika saya sedang diuji oleh-Nya, kemudian saya merasa “kok saya mendapatkan ujian ini sih? Kok seberat ini sih ya Allah? Bagaimana saya bisa melewati ujian ini ya Allah?” Itu kadang kala saya lalu teringat atau “diingatkan” dengan ayat ini. 

Dan seringkali saya merasa tertegun padahal saya sudah beberapa kali mendengar dan membaca ayat ini. Tapi tetap saja ketika saya sedang merasa down dan mendengar ayat ini lagi saya jadi tertegun dan merasa malu. 

Karena makna ayat ini yang saya tangkap itu menerangkan bahwa ya “oke kamu mungkin merasa kamu itu beriman dan kamu sudah melaksanakan syariat-Nya tapi bukan berarti kamu itu kebal dari ujian dan bebas dari masalah“. Justru itu kalau kamu merasa beriman dan kamu sudah menjalankan yang sesuai yang diharapkannya maka tentunya ada semacam bentuk tes apa kamu itu benar-benar kaum yang bertakwa pada-Nya. 

Seringkali ketika saya sudah mendengar ayat ini kembali saya merasa bahwa saya itu manja. Merasa bahwa “ya ampun begitu aja kok udah ngeluh dan merasa berat banget sih?”. Sebenarnya cukup mirip sih dengan respon ketika saya mendengar kalimat atau kata-kata dari kisah Nabi Ayyub

Tentunya setelah mendengar ayat ini saya menjadi otomatis merasa lebih lapang dada dan berusaha untuk sabar. Lalu saya jadi ingat ayat lain yang membuat hati lebih tenang yaitu:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).

Yakni menjadi sebuah kata-kata untuk menguatkan iman dan batin bahwa nggak mungkin kita ini dikasih ujian kalau Allah nggak tahu bahwa kita mampu. 

Masya Allah. Pada saat yang sama saya jadi merasa bahwa Allah itu sebenarnya sayang sama kita dan bentuk perhatiannya adalah dengan memberikan ujian ini. Ujian kekhawatiran dan mungkin kelaparan dan ketakutan. Bukan berarti Allah itu lalu abai naudzubillah min dzalik. Tapi justru dia ingin memberikan semacam tes agar kita kuat. 

Bagaimana dengan kamu yang membaca tulisan ini? Bagaimana menurutmu tentang ayat ini?

Leave a Reply