JFK Jr., Putri Diana, dan Pertanyaan tentang Etika Bercerita

jfk-jr-carolyn-bessette-wedding.jpg

JFK Jr., Putri Diana, dan Pertanyaan tentang Etika Bercerita – Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog setiap tahun rasanya makin menarik. Dan pelan-pelan jauh lebih menantang dari sebelum-sebelumnya. Seperti tema bulan Oktober 2026 ini; Peristiwa Lampau yang Menyedot Perhatian.

Saya memutuskan membagikan refleksi dan opini setelah menonton serial tentang beberapa orang terkenal yang dikasihi dunia ini dan tragedi yang dialami; Putri Diana dan John F.Kennedy Jr. beserta istrinya.

Dulu ketika saya menonton film-film biografi (dokumenter maupun tidak), saya tersadar bahwa film tetaplah film. Isinya bisa dipotong atau ditambah-tambah. Tapi tak cuma itu. Ada hal-hal lain yang buat saya mengganjal dan harus dibagikan.

Awalnya Mencari Tontonan Berbobot

Terkadang mencari tontonan yang lebih ada ‘isinya’ alias punya nilai sejarah bisa mengurangi rasa bersalah karena kebanyakan menonton tayangan hiburan. Yah siapa tahu saya bisa belajar mengenai kehidupan publik figur dunia. Tapi yang jelas saya harus tertarik dulu dengan kisah mereka. Atau minimal setelah melihat trailer atau teaser-nya. 

Orang-orang terkenal tertentu yang sudah meninggal tetap di hati kita karena beberapa hal; aksi dan karya mereka terkoneksi ke diri kita, karismatik dan (mungkin) berhati mulia. Terakhir, tentu saja penampilan mereka menarik. Diantara semua adaptasi hidup orang terkenal, mungkin salah satu kisah yang paling sering saya lihat adalah kisah Putri Diana.

Putri Diana atau Lady Di adalah salah satu tokoh tersayang di dunia. Ada yang bilang kerajaan Inggris iri dengan kepopulerannya, termasuk suaminya. Bagaimana tidak? Kepedulian sosialnya yang tinggi dan kemauannya berbaur ke masyarakat membuatnya mendapat label ‘putri rakyat’. Cantik dan elegan. Hampir flawless.

Saya menonton serial The Crown, serial yang menceritakan kerajaan Inggris sejak Ratu Elizabeth cuma pas ada Lady Di dan ada Kate Middleton (menantu anaknya, Pangeran William), hihi. Karena menonton dari episode awal, hawanya sangatlah ‘berat’. 

Putri Diana (kiri) dan Emma Corrin sebagai Putri Diana (kanan) di serial The Crown

Menyegarkan melihat Lady Di versi rebel dari Emma Corin di musim ke empat, yakni ketika Lady Di mengetahui Prince Charles memiliki kekasih lain dan di awal pernikahan mereka. Lalu di musim ke lima, diceritakan kisah Lady Di dan kehidupannya setelah bercerai dari Pangeran. Hingga kisah tragis ia meninggal.

Tahun 2026 ini saya juga menyaksikan serial kisah romantis John F. Kennedy Junior dan istrinya. Sebenarnya saya sama sekali ngga ingat mengenai sosok JFK Jr., karena mungkin di tahun 1990an saya masih anak-anak dan televisi waktu tidak menyorot sosoknya. Saya tertarik menontonnya karena termakan promosi serial Love Story: John F. Kennedy Jr and Carolyn Bessette yang menonjolkan nostalgia tahun 90an. 

Di serial tersebut, diceritakan kehidupan John Fitzgerald Kennedy Jr. (JFK Jr.) menjadi sosok yang diharapkan sebagai penerus Bapaknya. Ia menemukan perempuan yang membuatnya jatuh hati, Carolyn Bessette. Tapi Carolyn tidak nyaman dengan ketenaran JFK Jr. dan sorotan ke dirinya setelah menjadi istri anak John F. Kennedy itu.

Yang menarik menurut saya dari serial ini adalah bagaimana mereka menampilkan sosok Carolyn Bessette, seorang independent career woman yang harus menaklukkan dirinya ketika menjadi istri JFK Jr. Karena Carolyn adalah orang yang tertutup dan tidak nyaman kerap diburu paparazzi. Dan berbagai perubahan dalam hidupnya yang harus terjadi karena memilih jadi istri JFK Jr.

Adegan dimana mereka naik pesawat dan akan dinyatakan hilang itu menarik. Dan oh ya, musik-musik tahun 1990 an yang diputar di serial ini membuat saya nostalgia masa saya nonton MTV di TV masa remaja.

Sebenarnya menonton kisah orang terkenal yang diadaptasi itu seru. Tapi saya tersadar khususnya di tahun 2026 ini, bahwa menceritakan kisah publik figur ulang di layar seperti ‘berjalan di atas kepingan kaca’.

Kenapa Kisah Nyata Publik Figur Menjadi Tontonan Menarik

Kisah tokoh dunia yang diceritakan ke layar lebar atau layar kaca selalu menarik. Karena kita melihat penggambarannya dalam medium yang berbeda. Dan kita bisa melihat ulang/mengetahui drama dalam kehidupan mereka (yang tentu saja dipoles ulang). Ada hal-hal yang selalu dibicarakan orang dan jadi pertanyaan tapi akhirnya digambarkan di adaptasinya, walau kita harus jeli juga melihat kebenaran adegannya.

Kalau dalam kasus Princess Diana dan Carolyn Bessette menarik karena upgrade kehidupan keduanya bak Cinderella. Ya, memang Lady Di memang dari keluarga terpandang tapi ia bukanlah anggota kerajaan atau punya latar belakang politik. Carolyn Bessette juga berada di lingkup socialite karena pekerjaannya di dunia fashion brand ternama. 

Tapi ketika menikahi Pangeran dan anak Presiden, otomatis hidup dan status mereka tidak sama lagi. Mereka jadi perhatian dunia dan segala gerak-gerik mereka dibicarakan.

Bagaimana mereka menyikapi nama terkenal keluarga juga menarik. Kalau Lady Di terlihat menikmati bisa menjangkau banyak orang dan memanfaatkan statusnya untuk beramal, tapi keluarga dan suaminya malah terkesan terganggu dengan kepopulerannya. Tentu saja kisah Pangeran Charles bersama Camilla juga jadi bumbu yang menarik, bahkan sejak Lady Di belum menikahinya.

Sementara JFK Jr. yang di bawah bayang-bayang Bapaknya kesulitan mencari sesuatu yang benar-benar miliknya setelah gagal di bidang hukum dan mencoba ke dunia media. Istrinya alih-alih senang dielu-elukan dan diperhatikan dunia, malah bersembunyi dan membenci perhatian itu. 

Adegan bertengkar JFK Jr. dan Carolyn Bessette bertengkar di taman New York yang masuk media dihidupkan kembali di serial Love Story: JFK Jr. and Carolyn Bessette

Dan tentu saja mengenai penggambaran bagaimana mereka meninggal. Putri Diana dikabarkan meninggal karena kecelakaan mobil. JFK Jr., Carolyn Bessette dan kakak Carolyn, Lauren Bessette diduga meninggal karena kecelakaan pesawat. 

Hingga kini orang-orang masih berdebat alasan sebenarnya mereka meninggal; antara murni kecelakaan atau disengaja. Tapi kalau itu sih bisa jadi obrolan yang berbeda lagi. Pembahasannya akan panjang dan akan ada banyak spekulasi.

Hal-hal yang Membuat Saya Terganggu dalam Adaptasi Kisah Tragis Tokoh Dunia

Waktu saya nonton The Crown, saya tidak begitu terganggu dengan penceritaannya. Saya rasa bagaimana mereka mengisahkan kehidupan Kerajaan Inggris cukup imbang, karena tidak melulu memperlihatkan yang ‘manis-manis’. Tiap anggota kerajaan punya kekurangan, seperti manusia biasa. 

Saya sempat membaca background serial The Crown. Kerajaan Inggris memiliki hak untuk meminta beberapa kisahnya tidak diceritakan. Misalnya kisah Meghan Markle yang menikahi Pangeran Harry dan skandal lainnya tidak dikisahkan. Ini hal yang maklum karena ini demi menjaga nama kerajaan Inggris.

Tapi waktu saya menyelesaikan tontonan Love Story: John F. Kennedy Jr. & Carolyn Bessette dan melihat berita, saya merasa sedikit ‘terkhianati’. Pertama, sebagai seorang Ibu saya bisa merasa sang Ibu dari Carolyn pasti pedih melihat ulang kisah dua anak perempuannya meninggal di kecelakaan pesawat. Juga mengenang kembali bagaimana ia tidak setuju dengan anaknya menikah dengan JFK Jr.

Keluarga Kennedy juga bisa dipastikan sakit hati karena cerita JFK Jr. diangkat ke serial. Pihak produksi mengambil kisah berdasarkan buku biografi Carolyn Bessette dan tidak berkonsultasi dengan keluarga Kennedy.

Dan ada hal-hal ganjil lainnya yang membuat saya menyayangkan bahwa serial yang bagus ini ternyata tidak mendapatkan dukungan keluarga Kennedy dan terkesan mengambil keuntungan semata. Ia juga menambahkan hal-hal yang tidak ada sebagai ‘bumbu’. 

Memang, ada bentuk penghargaan dan rasa kagum dari penceritaan kisah orang terkenal. Meski mereka mengaku tulus. Tapi kalau ada kisah menyedihkan di dalamnya, etiskah menceritakan dan mengingatnya kembali? Di batas mana kita mengenang dan menjunjung tinggi mereka, atau mengambil profit dari tragedi keluarga yang berduka?

banner-tantangan-blogging-MGN-2026-hijau.webp

****

Mengagumi tokoh dunia dan ingin menceritakan kisah hidup mereka mungkin motivasi yang kuat untuk berkarya. Tapi saya rasa kita butuh memikirkan secara menyeluruh mengapa kita berkarya; apakah sebagai bentuk penghargaan ke tokoh itu, sebagai pengakuan karya kita atau mengambil keuntungan material? 

Memang kalau menceritakan hidup dari realita dan ingin karya kita laris ditonton, tidak mungkin membeberkan hal-hal yang manis atau positif saja. Ada pula masa down, tidak percaya diri dan kecenderungan dan kejadian negatif lainnya. Itu yang membuat kemenangan atau keberhasilan terasa hidup, dari masa-masa turun dari kisah seseorang. Tapi perlukah kita menambahkan detil-detil yang sebenarnya tidak ada, demi menaikkan rating?

Bagaimana menurutmu tentang etika dan adab menceritakan ulang kisah tragis ini?

Leave a Reply