Berlika-Liku, Kisah Single Mother dari Mesir yang Berusaha Bangkit Lagi

finding ola season 1

Berlika-Liku, Kisah Single Mother dari Mesir yang Berusaha Bangkit Lagi – Saya akui tahun 2025, ternyata saya punya lebih banyak waktu luang dibanding tahun lalu. Sehingga lebih banyak juga sih tontonan yang saya ‘intip-intip’. Tapi nggak semua saya bela-belain ulas di blog. Sok selektif gitu deh. Juga karena satu dan lain hal, seperti yang pernah saya bagikan alasannya di tulisan Cerita Frenemy sebelumnya.

Tahun 2025 ini saya coba keluar dari zona nyaman, karena biasanya nonton genre tertentu atau serial dari negara tertentu. Saya coba nonton serial genre thriller lebih banyak, mungkin karena pilihan lain terlalu mudah ditebak alur ceritanya. 

Lalu saya juga mencoba nonton serial dari negara Mesir, berjudul Finding Ola. Lebih karena ceritanya kok relatable karena sama-sama seorang ibu. 

Serial Finding Ola memiliki dua musim dan belum ada kabar dilanjutkan ke musim ke 3. Saya menantikan juga kalau berlanjut karena ceritanya seru dan comfortable. Seperti masuk ke dalam keluarga yang hangat. Menggelitik juga sih dan bikin gemas, haha.

Ini sinopsis Finding Ola per musim:

Sinopsis Finding Ola

Season 1

Dunia Ola (Hend Sabry) seakan runtuh ketika Hisham (Hany Adel), suaminya tiba-tiba minta bercerai. Kehidupan berubah cepat setelahnya; Hisham mencari rumah baru, kedua anak mereka, Nadia (Aicel Ramzy) dan Saleh juga harus menyesuaikan diri dengan status baru kedua orangtuanya. 

Tidak mau menerima nafkah lagi dari Hisham, Ola mencari cara untuk menunjang kehidupan keluarganya dan Ibunya. Ia mendapatkan ide untuk membuat lotion khusus yang alami untuk wanita seumurnya. Ola juga berteman lagi dengan sahabat lamanya, Nesrine (Nada Moussa) yang tidak disukai Hisham sejak dulu.

Ola dan Nesrine juga sepakat menjadi partner untuk perusahaan skincare baru Ola, Second Chance. Dibantu teman Hisham, Ola menemukan akuntan yang cekatan, Montasser (Mahmoud Ellisy) ketika hendak bertemu supplier-nya.

Kehidupan Ola semakin kaya drama di antara mengurus anak-anaknya sendiri di hari-hari sekolah. Ditambah Ibunya yang ikut tinggal bersamanya sekaligus menjaga kedua anak Ola dan Hisham. Hadir juga cinta baru Hisham yang ternyata seorang influencer cantik terkenal. Ola berusaha berlapang dada dan menerima perempuan itu karena iapun membutuhkan promosi produknya. Di kondisinya yang masih terluka karena bercerai, beberapa lelaki di sekitar Ola berpotensi jadi lebih dari teman.

Season 2

Ola tengah kasmaran akan lelaki baru yang ada di hidupnya. Namun tidak mudah menjalankan hubungan ketika perusahaannya sedang sukses. Kedekatan anak Ola, Nadia dan anak lelaki itu juga tidak membuat kondisi makin mudah. 

Di tengah masa kehidupan cintanya yang ‘mengambang’, Ola menemukan berita bahwa supplier-nya terancam berhenti bekerjasama dengannya. Ia dan Montasser lalu bertemu dengan Karim (Dhaffer L’Abidine), pewaris perusahaan supplier tersebut. 

Second Chance juga terancam bankrut karena memerlukan biaya untuk melanjutkan bisnis mereka. Ola, Nesrine dan Montasser berusaha bekerjasama dengan perusahaan lain untuk mendanai. Disitu Nesrine bertemu dengan lelaki yang akan berhubungan serius dengannya.

Ketika Karim akhirnya memutuskan untuk terus bekerjasama dengan Second Chance, ia juga menunjukkan tertarik secara personal kepada Ola. Tapi Ola menolak menyambutnya karena mereka berbisnis bersama. Ia juga menyembunyikan fakta Karim belum menikah dari Ibunya lantaran takut sang Ibu berusaha keras menjodohkan mereka berdua.

Nadia terlihat lebih nakal dan memberontak, salah satunya karena terpengaruh pacarnya. Keadaan semakin runyam ketika adik Ola yang pengangguran ikut hidup bersama mereka dan Hisham tampak ingin rujuk dengan Ola.

Serunya Finding Ola, Kisah Single Mother yang Berusaha Bangkit Kembali

Cerita Jatuh-Bangun Ola yang Relatable

Menonton Finding Ola sebenarnya sedikit mirip seperti nonton serial telenovela komedi, namun dengan level yang lebih upgrade. ‘Bumbu-bumbu’ seperti orangtua yang terlalu ikut campur kehidupan pribadi, love interest yang di antara cinta dan benci (eh ini kayanya formula umum sih) dan anak-anak yang polos. Dan banyak adegan terjadi di rumah besar yang hangat.

Serial ini lekat dengan unsur kekeluargaan sehingga terasa heartwarming. Kita pun terasa seperti bagian dari keluarga Ola. Ola juga kerap memandang layar kamera dan mengakui perasaannya yang jujur, seolah kita adalah sahabatnya. Sifat Ola yang agak plin-plan dan mudah terbawa perasaan relatable sekali dengan sifat umum perempuan. 

Kisahnya yang ‘tersesat’ di peran menjadi istri dokter kemudian tersentak ketika dihadapkan perceraian tak mudah dilihat pada awalnya. Ada luka besar karena telah berdedikasi lama sebagai istri yang tampaknya memiliki rumah tangga harmonis. Tapi ternyata tidak cukup melanggengkan pernikahan.

Tentunya ceritanya menemukan passion kembali dari brand-nya sudah cukup umum di plot perempuan yang berusaha bangkit kembali. Tapi melihat Ola berusaha bangkit dengan segala kerapuhan dan semangatnya tetap seru. Sifat Ola yang emosional akhirnya tertutup oleh hatinya yang besar, ketika dirinya telah melewati fase baper.

Hubungan Ola dengan Teman, Tim dan Anak-anaknya 

Saya suka unsur persahabatan di Finding Ola, dimana Ola terkoneksi lagi dengan Nesrine yang punya karakter unik. Dinamika hubungan Ola, Nesrine dan Montasser sebagai tim juga lucu dan chemistry-nya seru. Perjalanan mereka bertiga mendirikan Second Chance juga jadi hal yang sangat menarik di serial ini.

Nadia terutama, sangat pas jadi remaja perempuan yang mulai memberontak. Positifnya, Ola berusaha menggandeng kedua anaknya dalam kesibukannya mendirikan brand-nya sendiri. Saleh juga sebagai anak bungsu dan anak lelaki yang makin besar cukup menggemaskan.

Sementara hubungan Ola dan ibunya sebenarnya cukup standar. Karena Ibu Ola adalah sosok yang terlalu perhatian sehingga cenderung ikut campur, terkadang membuat Ola pusing.

Kekurangan Finding Ola

Alur cerita umum single mother memang biasanya dari lika-liku love interest-nya. Mungkin karena Ola masih dalam perjalanan menemukan dirinya kembali, sehingga pilihan-pilihannya kadang tidak bijak. Misalnya ada satu episode dimana ia memutuskan memiliki tato karena sedang dekat dengan lelaki yang lebih muda. Mungkin ini salah satu episode yang saya nggak suka.

Peran Ola sebagai ibu juga diuji karena ia tiba-tiba menjadi pebisnis dan kurang waktu dengan anak-anaknya. Saya kok jadi ikut prihatin dengan Nadia dan Saleh yang harus beradaptasi dengan kondisi orangtuanya yang bercerai. 

Juga Ola yang tertatih-tatih berusaha mengerjakan semuanya. Aslinya mungkin, anak-anak itu bisa jadi kehilangan sosok Ibu, walau masih ada nenek yang mengurus di rumah.

Saya suka sedikit terganggu dengan sifat Ola yang mudah emosi dan terbawa perasaan. Kemudian di penghujung musim, Ola dan ibunya memperlihatkan sedikit sifat manipulatif. Mereka mungkin ingin menjauhkan diri dari sosok yang mengganggu, tapi ‘kolaborasi’ keduanya bukanlah hal yang baik ditiru.

Kesimpulan 

Secara umum Finding Ola adalah serial guilty pleasure yang seru untuk ditonton ibu-ibu. Dalam satu serial ada banyak rasa; keluarga, parenting, kisah cinta, bisnis dan persahabatan. Kadang dramanya terasa terlalu pelik tapi begitulah ya kehidupan orang dewasa, adakalanya susah ‘bernapas’. 

Spoiler Alert!

Musim kedua ditutup dengan acara pernikahan yang manis. Saya ragu apakah musim ke tiga, yang saya nantikan, akan tetap berjudul Finding Ola? Karena mungkin permisnya akan berbeda. 

Diantara serial thriller menegangkan yang saya tonton sebelumnya, serial ini cukup menghibur hati. Apakah Ola pada akhirnya bisa memberikan tips pernikahan bahagia? Kita tunggu saja. Bagaimana menurutmu mengenai serial ini, atau kisah Ola?

Leave a Reply