Makanan, Chemistry, dan Perjalanan Menemukan Diri – Bulan puasa tahun 2026 saya sedang cari tontonan seri yang bagus. Tapi menonton serial baru rasanya nggak ada yang menarik perhatian saya.
Akhirnya saya putuskan untuk menonton kembali serial Pasta (2010). Mungkin karena vibe Ramadan ibu-ibu tuh lagi terpusat mikirin makanan buka puasa dan sahur, jadi cari tontonan yang nuansanya mirip.
Tapi usai Ramadan, saya memilih nonton pula serial yang menyangkut makanan. Sepertinya karena judulnya unik dan baru dirilis, serial Onigiri dan Kimbab (2026) jadi pilihan tontonan saya.
Keduanya memiliki latar belakang dunia usaha makanan dan restoran. Juga ada sedikit cerita mengenai bisnis dan wirausaha. Yuk baca ulasan keduanya:
Drakor Pasta, Genting di Dapur dan Manis di Chemistry
Ada beberapa alasan kenapa orang-orang mungkin nggak suka nonton serial Pasta. Karakter utama prianya arogan dan sombong, walau jenius dalam pekerjaannya. Karakter utama perempuannya polos dan gigih, tapi nyaris seperti nggak punya harga diri.
Ia nggak mau dipecat. Dan bahkan sudah beberapa kali berusaha dijatuhkan mentalnya, tapi tetap saja balik lagi ke dapur restoran.
Tapi Lee Sun-kyun yang jadi Choi Hyun Wok, Chef pasta handal dari Paris, masih lovable walau tengil banget. Dan Gong Hyo-jin yang jadi Seo Yoo Kyung, asisten dapur bercita-cita jadi koki pasta, berhati luhur dan tahan banting. Keduanya bertemu sesaat saat berpapasan di lampu merah, namun ternyata keduanya akan bekerja di dapur restoran yang sama.

Tak hanya drama Choi yang jadi koki menggemparkan kru dapur, Pasta juga memperlihatkan alur dan kesibukan di balik restoran Pasta elit. Tentang mengelola dan pelayanan khususnya. Tapi sangat banyak mengenai mental koki-koki, yang bergejolak karena kehadiran Chef arogan dan merasa ‘tidak dianggap’ karena bukan lulusan dari Italia.
Tapi tentu saja cerita manisnya adalah kisah romantis Chef Choi dan Yoo Kyung. Di drama Korea Pasta, mungkin terasa manis karena terselip diantara ‘mengebul’-nya drama dan kompetisi di dapur restoran. Gong Hyo-jin berhasil memperlihatkan naif dan bermental bajanya Yoo Kyung, sampai membuat Choi akhirnya mau tidak mau memperhatikannya.
Yang saya suka dari kisah cinta di Pasta, adalah keromantisan mereka cukup terlihat dari chemistry. Jadi hampir tidak ada adegan menjurus-jurus atau 17+. Interaksi Lee Sun-kyun dan Gong Hyo-jin sangat natural dan bersambut manis, yang satu arogan dan lainnya naif (dan jujur memuja Chef tersebut).
Setelah saya menonton ulang, saya agak menyayangkan akhir cerita keduanya. Mungkin keputusan akhir seri ini memilih cari aman untuk hubungan mereka berdua. Tapi tidak memberikan banyak tantangan baru.
Yang jelas, tontonan ini cukup layak jadi pilihan untuk serial Drakor dan dunia restoran. Saya juga jadi tahu bagaimana menyajikan pasta yang enak karena suka dengan makanan pasta.
Serial Onigiri & Kimbap (2026), Tentang Pencarian Jati Diri Masa Muda
Membaca deskripsi singkat tentang drama Onigiri & Kimbap membuat saya tertarik; seorang mahasiswi animasi bertemu pelayan restoran dan saling support masing-masing menuju mimpi mereka. Maklum karena dulu cukup familiar dengan bidang animasi karena masuk wilayah pendidikan masa kuliah.
Taiga (Eiji Akaso) adalah pelayan restoran Jepang kecil. Suatu malam Park Rin (Kang Hye-Won), seorang mahasiswi animasi dari Korea mendatangi restoran tempat Taiga bekerja. Restoran sudah tutup tapi pertemuan keduanya memiliki kesan tersendiri.
Akhirnya Rin membantu Taiga membuat menu baru khas Korea untuk restoran tersebut. Rin jadi tempat berbagi ide waktu Taiga brainstorming menu baru.

Keduanya menjalin hubungan dan hadir menyemangati mimpi masing-masing. Taiga kehilangan arah setelah tidak berhasil jadi atlet lari dan Rin masih kurang berhasil dalam tugas animasinya. Ia pun tidak berani memberitahu ibunya bahwa ia dan Taiga berhubungan lantaran khawatir Ibunya akan menyuruhnya kembali ke Korea.
Selain masih meraba arah hidupnya, Taiga juga masih belajar untuk lebih ‘hadir’ bagi Rin sebagai kekasih. Juga menjadi orang kepercayaan pemilik restoran Jepang tempat ia bekerja. Sementara Rin yang hendak lulus sekolah bingung apa ia harus meneruskan karir di Jepang untuk masih dekat dengan Taiga, atau kembali ke Korea atas suruhan Ibunya.
Seorang kakak senior yang selalu hadir untuk Rin juga jadi saingan Taiga, malah direstui Ibu Rin. Cerita lain ialah tentang perempuan muda teman Taiga dan pemilik restoran yang galau karena memiliki pacar yang tukang berjudi.
Plot Onigiri & Kimbap memang tergolong ringan untuk saya. Karena menceritakan kegundahan pada umumnya anak muda di usia 20 tahunan maupun yang butuh bangkit lagi karena gagal dari mimpi pertamanya. Tapi saya suka kesederhanaan sudut pandangnya.
Terlebih dari Rin ada optimisme yang dibutuhkan Taiga, yang ternyata suka down karena ada sosok toxic di keluarganya. Di keseharian mereka, makanan suka jadi pembawa kehangatan.
Rin juga jadi memperkenalkan makanan-makanan Korea pada Taiga, yang cukup suka dengan dunia makanan. Oh ya, saya pernah juga mengulas serial tentang makanan yang dibintangi aktor-aktor Asia.
Entah apa yang perlu ditambahkan dari drama ini. Mungkin di bagian akhir, daya tarik mimpi masing-masing perlu diperuncing. Kesederhanaan serial ini juga jadi kekurangan karena jadi ‘tenggelam’ dibanding serial lain yang berlomba memberikan kesan.
*****
Kenapa saya suka nonton film atau serial yang berlatar makanan? Mungkin karena mereka biasanya heartwarming dan personal. Karena itulah makanan esensinya adalah menyangkut perasaan, namun disajikan dalam piring.
Bagaimana menurutmu mengenai serial atau film tentang kuliner? Atau, tentang kedua serial ini?
