Categories: Homeschooling

Pengalaman Menumbuhkan Minat Belajar Anak

Pengalaman Menumbuhkan Minat Belajar Anak – Tahun 2024 bukanlah tahun yang mudah dijalani. Ada banyak perubahan yang terjadi. Tapi tetap saya merasa harus ‘mengkondisikan’ anak untuk terus belajar. Bahkan makin suka belajar. Menumbuhkan minat belajar anak termasuk pendidikan karakter yang seharusnya berjalan seumur hidup.

Kemarin, usai libur 1 minggu belajar, hari-hari dimana ia senang bermain dengan sepupu-sepupunya, ia mengaku kangen belajar. Mendengarnya saya merasa…like music to my ears

Katanya ia banyak belajar dari bereksperimen dan kangen belajar Islam (kalau di komik, mata saya mungkin sedang berkaca-kaca mendengarnya. Aslinya sedang mengantuk kecapean tapi senang dengarnya).

Membiasakan Anak Membaca Buku

Tentunya kita tahu, belajar erat dengan buku. Namun membiasakan anak suka baca membutuhkan sedikit komitmen.

Alhamdulillah ketika anak sudah 2 tahun, saya mendapatkan wawasan bahwa untuk membiasakan anak membaca maka harus dimulai dari orangtua yang membacakan cerita ken anak. Saya sengaja memilih cerita yang sekiranya ia akan suka.

Awalnya memang canggung, tapi lama-kelamaan anak jadi suka dibacakan cerita. Ada masanya ia akan dimintakan baca cerita yang sama berulang-ulang sampai kita bosan banget. Tapi lebih baik demikian daripada melakukan aktivitas yang tidak bermanfaat.

Kebiasaan baca ini terbawa hingga sekarang. Anak masih suka dibacakan buku dan kadang membaca mandiri dengan sendirinya.

Menelusuri Minat Anak yang Ternyata Suka Eksperimen

Tahun sebelumnya saya sedikit nggak merasa siap begitu menyadari si kecil sangat suka bereksperimen sains. Sejujurnya wajar saja sih ia suka eksperimen, karena pada dasarnya anak lelaki lebih suka praktek dan bermain. Tapi saya, yang dulu latar belakangnya desain, tentunya nggak begitu mendalami dunia itu.

Bahkan fakta bahwa ketika SMA saya masuk kelas IPA (karena anjuran Ibu) dengan nilai yang masih bisa diterima di jurusan tersebut, tidak membuat saya PD untuk mengajak anak belajar eksperimen sains. 

Hal ini membuat saya mencari-cari bahan eksperimen sains. Awalnya sih seru-seru saja. Kebanyakan materi yang saya siapkan, ia suka. Namun saya harus akui mencari bahannya agak ‘eksperimental’ pula.

Saya menemukan ada kursus online eksperimen sains, yang si kecil memang suka. Tapi ternyata lama kelamaan ia merasa materinya berat. Dan ia lebih suka bereksperimen bersama Ibunya. Mungkin karena belajar dengan saya ada fleksibilitas waktu.

Tetap saja walau semua perjalanan melaksanakan belajar eksperimen sains, saya menemukan missing link. Namun bingung bagaimana mencari rantai yang putus ini.

Tahun 2024 Belajar STEAM Untuk Homeschooling

Seperti yang saya sebutkan di tulisan 3 webinar homeschooling, saya mulai ikut kursus mengenai belajar STEAM untuk Homeschooling. Awalnya blank, namun lama kelamaan saya mengerti konsepnya. Nggak cuma 1 kali, kemungkinan ada 3 kali lagi webinar yang diadakan Cleferik Doodle Books ini saya ikuti. Ini karena saya merasa perlu mendalami lebih dari yang pertama. 

Dari pentingnya belajar literasi dan bagaimana mencari ide STEAM, saya mulai bisa merangkum konsep belajar STEAM untuk anak saya. Yang saya suka, adalah memulai pembelajaran dengan mencari dari minat dan ide anak.

Kita pun harus menerangkan ke anak (yang kira-kira sudah seusia anak SD) konsep belajar menggunakan STEAM. Dari awalnya memulai dan memandu, lama-kelamaan anak akan bisa mandiri mengerjakan project-nya. 

Clefy juga menyarankan agar kita orangtua mencatat daftar minat anak dari hari ke hari. Bahkan membuatkan jurnal. Ya karena isinya merupakan pemantik bahan belajar anak yang akan dijadikan project STEAM. 

Mengajak Anak Belajar dan Bersabar Jika Ia Tidak Mood

Untuk mengajak anak belajar memang tidak selalu mudah. Dan belum tentu di jam yang kita tetapkan belajar, anak sudah siap belajar. Meskipun memang di sekolah formal ditetapkan sistemnya seperti ini. Untuk anak-anak yang masih belum terlalu besar, menurut saya sih akan sedikit kesulitan konsentrasi.

Tapi mengambil jalur homeschooling berarti kita memiliki fleksibilitas dalam jam belajar anak. Artinya, anak bisa saja memilih untuk tidak belajar di jam yang kita jadwalkan. Dan itu wajar, namanya juga manusia. Bisa saja tidak mood, bukan? 

Kalau dipaksakan, dikhawatirkan ia tidak akan menangkap pelajaran dengan optimal. Atau parahnya jadi nggak suka dengan subject-nya (ini jangan sampai ya!). Menurut saya, fleksibilitas waktu adalah salah satu keuntungan besar homeschooling.

Ada banyak faktor pendukung agar si kecil siap belajar. Pertama tentunya kenyamanan anak. Seperti apakah ia cukup istirahat, sudah makan, sudah mandi dan sebagainya. Faktor eksternal juga berpengaruh, seperti meja belajar dan energi di dalam rumah.

Kedua kita sebagai guru juga harus siap alias mood juga siap mengajarkan. (Menulis inipun masih sebagai reminder untuk saya yang masih belajar) Karena anak dan keluarga mendapatkan sinyal energi dari Ibunya, apapun mood Ibunya (disebutkan di ceramah dan buku Ibu Aisyah Dahlan). Jadi ya, sadar atau tidak kita mengeluarkan ‘sinyal’ positif atau negatif ke keluarga. Termasuk saat akan belajar.

Ketika semuanya selaras, anak siap belajar dan Ibu pun bersemangat maka insya Allah tercipta waktu belajar yang berkualitas. 

Oh ya, usahakan agar anak dijauhkan dari screen time beberapa jam sebelum belajar. Ini dari pengalaman saya ya. Biarkan anak bosan dan jenuh untuk memunculkan keinginan berkegiatan tanpa layar dan salah satunya belajar.

Kesimpulan

Menumbuhkan minat belajar anak sesungguhnya masih berjalan sampai ia dewasa. Semoga kita selalu berlapang dada membukakan jalur untuk anak agar ia siap menyerap ilmu. Merupakan hak anak untuk mendapatkan ilmu dan tugas kita sebagai orangtua untuk menyiapkannya.

Kamu bisa baca lebih banyak artikel mengenai parenting di blog Mbak Okti Li ini. Terima kasih sudah membaca!

tulisandin

Recent Posts

YouTube Channel yang Sering Dikunjungi

YouTube Channel yang Sering Dikunjungi - Mendengarkan atau menonton YouTube (YT) sebenarnya bukan sesuatu yang…

3 weeks ago

When I Had to Face My Fear and Have One of the Biggest Blessings

What’s the thing you’re most scared to do? What would it take to get you…

2 months ago

Refleksi Homeschooling 2025

Refleksi Homeschooling 2025 - Setahunan 2025 saya cukup jarang menulis soal Homeschooling. Bukan apa-apa sih. Lebih…

2 months ago

Berlika-Liku, Kisah Single Mother dari Mesir yang Berusaha Bangkit Lagi

Berlika-Liku, Kisah Single Mother dari Mesir yang Berusaha Bangkit Lagi - Saya akui tahun 2025,…

4 months ago

Merenung dari Drama Mengenai Frenemy, Sebuah Pembelajaran

Merenung dari Drama Mengenai Frenemy, Sebuah Pembelajaran - Sejak bahas drakor Divorce Insurance (2025), saya…

6 months ago

Teori Black Cat & Golden Retriever dalam Film-film Romantis Terkenal

Black Cat & Golden Retriever Theory dalam Film-film Romantis Terkenal - Ternyata ada istilah baru…

6 months ago