Dua Kepribadian, Satu Penerjemah, dan Sebuah Kisah Cinta – Saat saya SMA, saya pernah baca buku novel mengenai wanita berkepribadian ganda. Itu merupakan salah satu novel paling seru yang saya baca, karena si wanita tidak sadar punya 2 kepribadian lain. Dan salah satunya merupakan pembunuh.
Si penulis, Sidney Sheldon, jago sekali menuliskan latar belakang sebuah karakter. Saya bertanya-tanya bagaimana jika difilmkan, bagaimana satu aktris memerankan kepribadian yang sangat berbeda dengan pribadi utamanya.
Namun awal tahun 2026 ini saya menonton drama Korea yang membahas seorang perempuan yang punya kepribadian ganda. Drakor ini dikemas dengan balutan romantis campur komedi. Unik ya? Dan juga memberi highlight pada pekerjaan Penerjemah alias translator. Kayanya ini salah satu Drakor terbaik yang pernah saya tonton, jadi sayang kalau saya ngga menulis kesan dari serial ini..
Sebelumnya, baca sinopsis mini seri Can This Love Be Translated? (2026) (CTLBT) ini dulu, bagi kamu yang belum menonton.
Cha Moo-Hee (Go Youn-jung) bertemu Joo Ho-jin (Kim Seon-ho) di Jepang di sebuah situasi yang canggung. Karena satu dan lain hal, Ho-jin mengajak Cha Moo-hee untuk makan bersama di sebuah restoran untuk menunaikan hadiah dari orang lain untuknya. Tapi rencana itu batal karena Ho-jin memutuskan untuk mengejar orang yang ia sukai.
Beberapa lama kemudian, Cha Moo-hee melejit jadi terkenal sebagai aktris karena kecelakaan syuting dan koma hingga 6 bulan. Ho-jin menemuinya untuk memberikan permintaan khusus. Cha Moo-hee kecewa karena permintaan itu tidak sesuai harapannya, karena ia menyukai Ho-jin. Tapi Ho-jin menolak perasaan gadis itu.
Mereka kembali terlibat proyek bersama yaitu serial travelling romantis, Romantic Trip. Ho-jin hampir menolaknya karena hubungannya dengan Cha Moo-hee yang canggung dan Cha Moo-hee hampir tidak dipilih menjadi bintang utama. Namun keduanya jadi bekerja dalam produksi serial tersebut dengan alasan masing-masing.
Ketika kepopuleran Cha Moo-hee memuncak, ia sering didatangi sosok versi dirinya sebagai ‘Do-Rami’. Yakni karakter zombie yang ia perankan dan membuatnya mendapat kecelakaan hingga koma. Do-Rami sering berkomentar jahat padanya dan menakutinya, tapi juga menantangnya melakukan hal-hal yang ia tidak berani lakukan.
Somehow hanya Hoo-jin yang mengetahui kondisi mental Cha Moo-hee ini. Ia mengkhawatirkan Cha Moo-hee yang hendak ikut proyek serial Romantic Trip yang otomatis membuatnya lama di perjalanan.
Hubungan keduanya semakin dekat. Hoo-jin lama kelamaan luluh dan suka juga pada Cha Moo-hee, tapi sifat Cha Moo-hee yang ‘dingin’ membuatnya merasa ditolak sehingga ia menjauh. Cha Moo-hee juga merasa tidak percaya diri karena sosok yang disukai Hoo-jin di hari pertama mereka bertemu juga terlibat di proyek yang sama.
Keluarga Cha Moo-hee yang asing dan acuh padanya juga membuat kondisi mentalnya semakin down. Sehingga ia melalaikan janjinya pada Hoo-jin dan tidak berani mendekati Hoo-jin kembali.
Meski Hoo-jin menjauh, ia berusaha menyelidiki sosok Do-rami yang hadir di diri Cha Moo-hee. Hingga akhirnya ia menemukan jawaban dari teka-teki keanehan di diri Cha Moo-hee di latar pemandangan cantik Italia.
Kisah-kisah karakter-karakter di sekeliling mereka menambah cerita dan rasa, seperti Hiro (Sota Fukushi) aktor Jepang yang gengsi tapi diam-diam naksir Do-Rami/Cha Moo-hee, Shin Ji-sun (Lee E Dam) sosok perempuan yang ditaksir Ho-jin tapi bertunangan dengan kakak Ho-jin dan Yong-u (Choi Woo-sung) manajer Cha Moo-hee yang terlibat pada kisah cinta Ji-sun.
Meski bernuansa romantic comedy, tapi CTLBT memiliki juga memiliki rasa horror dan thriller. Di adegan-adegan dimana Do-Rami muncul, tone adegannya menjadi mencekam, nostalgia campur sedih. Saya salut dengan bagaimana mereka/pembuat serial ini menerjemahkan pikiran Cha-Moo hee yang belum usai dengan masa lalunya dengan manis dan menakutkan, tapi tetap bisa sejalan dengan genre romantis yang lembut. Menurut saya itu bukan usaha yang mudah.
Yang juga buat saya takjub adalah bagaimana Goo Youn-jung memerankan Cha Moo-hee yang manis, bubbly dan good girl sekaligus menjadi Do-Rami yang manipulatif, nakal dan rebel. Kadang cuma dari sorot mata dan bagaimana ia memposisikan anggota tubuhnya.
Saya rasa seri ini adalah satu seri yang sangat dijagokan akan populer, karena formulanya ngga kaleng-kaleng. Misalnya setting di kota-kota dan landmark luar Korea, seperti Jepang, Kanada dan Italia. Belum lagi fenomena alam seperti Aurora.
Aktor-aktor Korea yang ternama seperti Kim Seon-ho dan Goo Youn-jung, sinematografi dan video editing yang sangat terencana dan cantik. Dan oh ya, cek juga baju-baju dan tas branded yang dikenakan Youn-jung ketika Cha Moo-hee sudah terkenal.
Tentu saja menarik melihat pekerjaan artis dan tim produksi di balik layar. Mereka pekerja yang harus berlapang dada mengikuti kemauan ‘aneh’ aktor dan aktris. Harus menunggu kesiapan lokasi dan alam. Lalu ketika ada rencana yang tidak kesampaian, harus buru-buru dan kreatif menemukan solusi.
Pekerjaan artis juga ketika sangat laris jadi semakin sibuk. Ia menghadiri berbagai acara, tidak cuma acara TV, film tapi mungkin bisa sampai hadir format acara lain seperti radio Tiktok dan podcast. Yang jelas, media sosial sangat berperan penting menunjang kesuksesan mereka.
Profesi Penerjemah juga ternyata nggak menjemukan seperti yang saya pikir. Tidak cuma menerjemahkan dokumen dan rapat, tapi juga hadir di event dan acara lintas negara dan bahasa. Seperti konser, acara TV dan wawancara artis beda negara. Tentunya tidak seperti penyiar radio yang harus memikirkan artikulasi dan pengucapan, penerjemah hadir di balik layar.
Saya juga baru mengerti tantangan Ho-jin yang penerjemah ahli dalam mengartikan sikap Cha Moo-hee. Kadang-kadang yang tersirat tidak sesuai dengan yang tersurat. Menyelami hal-hal yang ia tangkap demi mengetahui masa lalu Cha Moo-hee.
Saat saya usai menonton pertama kali, saya kecewa karena saya ingin melihat Cha Moo-hee menghadapi masa lalunya dengan tuntas. Karena ini mini seri dan menonjolkan kisah cinta, jadi CTLBT tidak menelusuri bagaimana Cha Moo-hee bisa jadi punya kepribadian ganda. Jalan cerita itu saya bayangkan akan jadi kelam dan menyedihkan, tidak sesuai dengan arah kisah CTLBT.
Selain dari kisah Ho-jin dan Cha Moo-hee, kisah-kisah cinta lain juga memperkaya keseluruhan mini seri ini. Untungnya tidak semenarik cerita si penerjemah dan aktris, tapi saya suka juga kisah Ji-sun dan karakternya yang independen juga elegan. Oh ya, ada juga kisah Ho-jin dengan Ibunya yang menambah bumbu serial drama ini.
Kisah Hiro juga lucu dan cukup unik karena ia sosok aktor yang angkuh, tidak basa-basi dan high maintenance tapi tak berkutik ketika didekati Do-Rami. Kesulitannya berkomunikasi dengan Cha Moo-hee mengingatkan saya akan film Lost in Translation walau tidak parah, karena ia tetap punya penerjemah dan asisten.
******
Saya mungkin masih sedikit penasaran dengan masa lalu Cha Moo-hee dan bagaimana sebenarnya semua itu bermula. Tapi jelas, bukan itu fokus yang ingin diceritakan serial ini.
Tetap saja, saya senang dan terhibur dengan serial yang juga bekerjasama dengan aktor Jepang ini. Selain mendapatkan kisah romansa yang manis sekaligus sedikit menegangkan, saya juga jadi tahu bahwa dunia penerjemah ternyata tidak sesederhana yang selama ini saya bayangkan.
Menggambarkan sosok berkepribadian ganda tidak perlu melulu mencekam seperti salah satu novel Sidney Sheldon, yang dulu buat saya penasaran bagaimana jika diterjemahkan ke layar. Saya akhirnya melihat sendiri bagaimana seorang aktris memerankan dua sisi seorang karakter—sementara sang penerjemah justru berusaha menerjemahkan sisi lain dirinya yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.
Sepenggal kisah pertemanan yang berawal menyapa di bus ternyata berlanjut di tahun-tahun berikutnya yang berujung…
I watched *Kim Ji-yeong, Born 1982* before reading the novel, thinking it would be an…
During my second year of college, one of my classes gave an assignment to write…
Menonton film Doraemon tiap tahun bisa jadi momen bonding Ibu generasi milenial dengan anak. Seperti…
If you could erase one movie from your memory and watch it again for the…
Banyak memori ke taman hiburan Dunia Fantasi ketika masih muda, tapi tidak menganggap jalan ke…