Belajar Jadi Istri Idaman di Love in Contract (2022) – Tahun 2024 bukan hanya tahun ya buat ‘ngos-ngosan’, tapi saya juga kecewa dengan beberapa tontonan yang saya pilih. Salah satunya adalah drama Korea. Ya, namanya juga perempuan yang kadang butuh di-’halu’-in, saya suka mencari tontonan drakor yang seru (khususnya sih yang ‘mengocok’ perut).
Ngga banyak sih drakor yang saya tonton. Kebanyakan saya kembali menonton serial yang ‘aman’ ditonton (non drakor) karena memang jadi tontonan favorit. Tapi mungkin ada baiknya saya ngga nemu drakor yang bagus. Tendensinya bisa membuat saya maraton nonton dan jadi lupa waktu.
Saya menyadari ini ketika akhir tahun saya menonton Love in Contract (2022), drakor yang dibintangi Park Min-young, Go Kyung-pyo dan Kim Jae-young. Jadinya kalau suka alur ceritanya, saya penasaran nonton sampai episode terakhir. Lanjutnya, ini sinopsis drakor Love in Contract:
Choi Sang-eun (Park Min-young) adalah perempuan cantik yang menyediakan jasa sebagai istri kontrak. Pendekatan profesi Sang-eun lebih kepada menjadi istri di mata publik. Tak hanya wedding agreement dimana Sang-eun hadir sebagai pengantin di resepsi, kadang Sang-eun harus berlaku sebagai istri setelah hari pernikahan.
Klien-klien Sang-eun adalah pria-pria yang sangat butuh istri, seperti orangtua yang sudah sekarat dan menginginkan putranya menikah, lelaki yang dianggap jones dan direndahkan oleh kalangannya, seorang pria yang gay tapi tak bisa mengaku ke keluarganya dan lain-lain.
Meski profesinya sangat tidak biasa dan terlihat ‘rendahan’, Sang-eun sangat profesional dalam membuat kliennya terhindar dari imej yang buruk.
Masa lalu Sang-eun bisa dibilang pahit karena ia diambil dari panti asuhan untuk dibesarkan jadi anak perempuan perusahaan sukses. Setelah dibesarkan, Sang-eun dijodohkan ke putra perusahaan sukses lainnya. Bisa dibilang, kehidupan Sang-eun telah diatur demi keuntungan bisnis dua perusahaan raksasa.
Namun Sang-eun memberontak dan berhasil mempermalukan keluarga. Meskipun telah membuat malu, Sang-eun tetap memberikan uang penghasilannya kepada Yoo Mi-Ho (Jin Kyung), perempuan yang telah membesarkannya. Hubungan keduanya mirip seperti ibu dan anak, namun Yoo Mi-Ho selalu bersikap dingin dan terlihat menganggap Sang-eun sebagai sosok yang ‘menghasilkan uang’.
Sang-eun kemudian bertemu dengan Jung Ji-Ho (Go Kyung-pyo) pria anti-sosial yang akhirnya menjadi kliennya selama 5 tahun. Jobdesk Sang-eun ‘cuma’ makan malam bersama Ji-Ho dengan percakapan yang sangat minim. Ketika Sang-eun memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya, ternyata ia merasa berat memutus kontraknya bersama Ji-Ho.
Di penghujung masa kerjanya, Sang-eun mendapat klien baru yang seorang pesohor, Kang Hae-Jin (Kim Jae-young) yang kebetulan adalah tetangga Ji-Ho. Karena ingin menghindari perjodohan yang diatur keluarganya, Jae-young memohon Sang-eun jadi istrinya. Namun diam-diam ternyata ia sudah jatuh hati pada Sang-eun sejak ia remaja.
Kisah Love in Contract berpusar pada cinta segitiga Sang-eun, Ji Ho dan Kim Jae-young. Yang membuat konflik semakin memanas adalah sifat Ji Ho yang kesulitan mengekspresikan emosi, sosok Kim Jae-young yang sangat terkenal dan profesi Sang-eun yang kontroversial.
Mungkin ada yang penasaran dengan Ulasan Ending Drama Korea Love in Contract ini ya. Saya sengaja ngga spill biar nggak buyar atau jadi spoiler, hehe. Kamu bisa nonton serial ini di layanan streaming biasa yang menayangkan drama korea.
Profesi Sang-eun meskipun tidak wajar, memperlihatkan pentingnya sosok istri untuk menjadi pendamping suami. Tak hanya cantik dan menarik, Sang-eun juga terampil membawa diri dan pintar membaca situasi (juga membuat sikon canggung jadi ‘normal’ kembali). Beberapa klien Sang-eun adalah sosok yang tidak nyaman di ruang publik namun Sang-eun bisa ‘mengangkat’ mereka menjadi pria yang lebih ‘bernilai’ karena pembawaan dirinya sebagai istri.
Mengapa profesi istri kontrak ternyata ‘dibutuhkan’ (walau aslinya sih ngga biasa ya, karena secara hukum ini bisa jadi bermasalah). Pentingnya keberadaan istri khususnya karena pada budaya Timur menganut kental dengan nilai-nilai tradisional. Seperti di Korea dan negara-negara Asia. Karena kehadiran istri bisa mengimbangi atau mempermudah posisi laki-laki dalam keluarga dan sosial.
‘Mahal’-nya profesi Sang-eun (dan peran istri) terlihat dari bagaimana ia sangat teliti dan menganggap serius profesinya dalam ‘mengurus’ suami. Khususnya dalam satu karakter utama di serial ini, Sang-eun merancang pesta makan malam dengan detil. Dari pemilihan dekorasi sampai peralatan makan yang digunakan. Ia mengerti betul bahwa kolega kantor kliennya akan menilai segala hal. Maka ia sangat menjaga imej si klien. Atau ia justru sangat jatuh hati?
Karena pembawaan baik dan keseriusan Sang-eun menjadi ‘istri kontrak’, kecanggungan rekan-rekan kerja kliennya pada si klien berubah jadi hangat. Juga terhindar dari rasa malu dan canggung di lingkup sosial. Ia bisa menjalin hubungan dekat juga dengan atasan si suami karena terkoneksi dengan istri bos. Bahkan ‘klien’suami’-nya bisa jadi naik promosi. Hebat banget ya ‘sentuhan’ seorang istri itu?
Melihat kisah Sang-eun yang bisa membawa diri dengan lihai sebagai istri mengingatkan saya akan istilah pasangan kita adalah ‘pakaian’ kita. Ada di ayat 187 di Surat Al Baqarah, “…Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami), dan kalian adalah pakaian bagi mereka…” Ayat tersebut salah satu maknanya adalah pasangan kita menutupi aib kita, selain dari pakaian adalah benda yang sangat dekat dan memberikan kenyamanan pada kita.
Namun tak lupa, selain pandai membawa diri kita juga harus tulus dalam menjalin komunikasi. Mungkin itu juga yang membuat Sang-eun jadi sepenuh hati dalam membawa diri di depan umum. Itulah, betapa blessed-nya suami istri yang saling menyayangi tulus. Tercermin dalam mereka membawa diri di depan orang lain. Tak cuma dilakukan karena kewajiban, tapi karena sayang pada pasangan. Dan kalau kamu muslim ya itu adalah ibadah.
Tak hanya di mata publik, momen spesial suami dan istri juga terlihat dalam acara makan malam. Dari memasak, duduk makan berdua di meja makan hingga membersihkan dan mencuci piring. Rasa sayang pasangan terlihat dari usaha mereka dalam masak makanan favorit kita sampai mengatur waktu demi bisa makan berdua bersama. Wiih, spesial jadinya kan padahal ‘cuma’ makan malam.
Menurut saya sih drakor Love in Contract cukup bagus dijadikan tontonan bagi kamu yang senang romansa dan komedi. Ternyata drakor ini tidak se-cheesy namanya kok. Park Min-young memang selalu total dalam berperan. Yuk baca juga rekap tontonan serial 2024 yang telah saya tulis dan ulasan tontonan lainnya.
Apakah kamu punya rekomendasi drakor lainnya? Atau Variety Show Korea mungkin? Let me know what you think.
YouTube Channel yang Sering Dikunjungi - Mendengarkan atau menonton YouTube (YT) sebenarnya bukan sesuatu yang…
What’s the thing you’re most scared to do? What would it take to get you…
Refleksi Homeschooling 2025 - Setahunan 2025 saya cukup jarang menulis soal Homeschooling. Bukan apa-apa sih. Lebih…
Berlika-Liku, Kisah Single Mother dari Mesir yang Berusaha Bangkit Lagi - Saya akui tahun 2025,…
Merenung dari Drama Mengenai Frenemy, Sebuah Pembelajaran - Sejak bahas drakor Divorce Insurance (2025), saya…
Black Cat & Golden Retriever Theory dalam Film-film Romantis Terkenal - Ternyata ada istilah baru…
View Comments
Kisah-kisah seperti Love in Contract ini kalau di dunia nyata beneran ada, gasii..?
Hehehe.. penasaran.
Kayanya sering yaah.. tema serupa diangkat dalam drama. Awalnya cuma kontrak, tapi lama-lama jadi sungguhan.
Tapiii.. aku selalu yakin kalau manusia tuh jodohnya uda ditentukan, bagaimanapun cara mereka dipertemukan.
Ya, memang jodohnya Ji Ho ((dengan segala kekurangan dan kelebihannya)) ya.. Sang-eun ((dengan segala masa lalunya)).