Serunya Wisata ke Taman Safari Bogor – Juni 2023

serunya-wisata-ke-taman-safari-bogor-tulisandin.jpg

Serunya Wisata ke Taman Safari Bogor – Juni 2023 – Sudah direncanakan berbulan-bulan, namun ternyata kami bisa ke Taman Safari di minggu ke empat Juni 2023 ini. Saya belum pernah ke Taman Safari Bogor, bahkan dari kecil belum pernah. Mengetahui aktivitas di taman wisata itu bisa berinteraksi dengan hewan-hewan dari dalam kendaraan sendiri, dan memikirkan betapa si kecil akan senang sekali berinteraksi dengan dunia fauna tentu bikin kami kepengen mendatangi. 

Si kecil sudah bilang dari rumah bahwa ia ingin memberi makan hewan-hewan. Ya, pengalamannya ke taman wisata dengan hewan dulu waktu sebelum masuk pandemi yaitu ke kebun binatang Ragunan. Tentunya beda ya rasanya dengan jalan ke Taman Safari. 

Lucunya, karena si kecil homeschooling seharusnya kita bisa pergi di ‘hari-hari biasa’ sebagai bentuk field trip. Namun justru kesampaian pergi di hari-hari mulai liburan sekolah formal. Well, kami jadikan saja ini pengalaman. 

Berangkat ke Taman Safari

Kami berangkat dari rumah kira-kira jam 8.30 WIB pagi dari Depok. Namun, sekitar rumah kali habis meluap dan banjir sehingga banyak kendaraan memakai jalan alternatif (yang kami lewati) menyebabkan jalanan macet. Kami juga isi bensin dulu sebelum masuk tol. 

Tak ada masalah di jalan tol, apalagi si Bapak biasa berkendara cepat. Namun begitu keluar pintu tol masuk daerah Puncak, jalan sering macet. Sehingga di dalam Puncak sampai ke area Taman Safari Bogor memakan waktu kira-kira sejam lebih sendiri. Alhamdulillah si kecil ngga rewel, cuma mulai bosan dan pindah-pindah ke jok belakang dan ke depan (karena macet dan mobil sering dalam keadaan diam sehingga terkendali). 

Padahal kami belum sampai ke Taman Safari, wah perut sudah mulai lapar. Saya sendiri kepengen ngopi rasanya. Si kecil terbantu dengan makan sedikit cemilan untuk mengganjal rasa laparnya. Padahal si Bapak menawarkan menepi ke mini market, tapi kami ngga mau menghabiskan waktu lebih lama di jalan karena sudah kena macet.

Gerbang Taman Safari 

At last, sampai juga kita memasuki area Taman Safari. Tapi menuju ke gerbangnya saja lumayan juga jaraknya ya. Banyak juga yang jual wortel dan pisang sepanjang jalan yang kita bisa beli sebagai makanan hewan-hewan di dalam Safari. Membuat saya berpikir pasti ada perkebunan wortel di dekat sini.

Kamipun membeli di salah satu penjual, yang menjual 17 ikat sebesar Rp 50.000. Kaget juga ia jual sebanyak itu. Namun ia klaim, “Kan binatangnya ada banyak.” Saat itu sih sulit percaya ya, 17 ikat wortel dalam satu trip. Namun kami akhirnya membeli 10 ikat dengan harga Rp 25.000. 

Akhirnya di depan loket masuk gerbang, banyak mobil di depan kami dengan antrian sedikit tidak beraturan. Ada petugas yang wara-wiri mengatur mobil. Aneh juga loket khusus pembeli tiket online sepertinya ditutup, juga jalur untuk pengendara motor. Jadi sekitar 3 loket saja yang dibuka untuk sekitar belasan mobil di depan kami. Ada satu loket khusus dari kiri yang mungkin dari wahana lain atau hotel? Karena ada mobil terbuka dan bus dari taman safari dari sana. 

Sebalnya sih ada mobil yang nyelip masuk antrian dari arah lain. Ya, jadinya agak rebutan. Tapi toh ujungnya semua pasti kebagian toh. Kenapa harus selip-selip segala ya? Mungkin karena waktu sudah siang dan semua tidak mau kehilangan waktu di Taman Safari. 

Harga satu tiket Safari siang seharga Rp 230.000 dan kami ada berempat. Karena si kecil sudah 7 tahun sudah dihitung harga orang dewasa. Untuk anak kecil di bawah 5 tahun harga tiket kalau tidak salah dua ratus ribu rupiah. Sebenarnya ada harga diskon di 2 weekend liburan sekolah ini, saya ngga tahu harga diskonnya jadi berapa karena kebetulan cek harga di website Taman Safari itu hari Minggu malam. Mengapa Taman Safari tiket Safari Siangnya begitu mahal? Paketnya lumayan karena kita bisa mengikuti banyak wahana lainnya.

SAFARI SIANG + PANDA Cibeureum, Taman Safari Indonesia Open 09.00 Wib – 17.00 Wib – Pembelian Tiket Safari Siang + Panda khusus Sameday. Berikut fasilitas GRATIS yang didapatkan : Safari Journey, Istana Panda, Wahana Permainan Baby Zoo, Kubah Burung, Komodo Dragon Island, Pusat Primata Air Terjun Curug Jaksa, Kampung Papua Humboldt Penguin, Reptile House, Presentasi Edukasi Satwa, Lumba Lumba Presentasi, Edukasi Satwa Harimau, Presentasi Edukasi Satwa Gajah, Cowboy Show, Various Animals Show, Birds of Prey, Oriental Sircus Sealion Show

Website Taman Safari

Pengalaman Masuk Safari Tour Taman Safari

Berinteraksi Dengan Hewan-Hewan Pertama Kali

Nilai jual Taman Safari ada di Safari Tour, yaitu berkendara dengan mobil ke area safari dan berinteraksi dengan hewan selama kira-kira 45 menit. Kita bisa memberi mereka makan dan foto, namun tidak diperbolehkan melempar objek dan makanan kepada mereka. Juga tidak boleh membunyikan klakson mobil karena mungkin bisa membuat hewan ketakutan. Di bagian tur tertentu, kita tidak boleh membuka kaca jendela karena merupakan area hewan buas. 

Si kecil sudah memegang wortel yang kami pisah-pisahkan karena tak sabar memberi makan. Mobil cukup banyak yang ada di area sehingga kadang kita harus berhenti sejenak menunggu mereka berjalan satu-satu. Namun begitu masuk, hewan pertama yang kami temui adalah gajah-gajah yang cukup jauh di habitat mereka. Ada kerbau dan hewan-hewan lainnya. Karena ada banyak hewan, saya sampai lupa hewan apa yang pertama diberi makan si kecil. Yang jelas ia sempat takut memberi makan dan perlu diajak juga disemangati.

Yang cukup berkesan adalah ketika kita sampai pada area unta. Cukup lama mobil-mobil mengantri mau berinteraksi dengan hewan unta. Kira-kira ada 3-4 mobil di depan kami.

taman safari tour, dari kiri ke kanan atas : si kecil mau kasih makan unta tua, jerapah, rusa tutul, gajah, memberi makan rusa, orang utan, bison dan rusa yang jadi hewan favorit si kecil untuk diberi makan
taman safari tour, dari kiri ke kanan atas : si kecil mau kasih makan unta tua, jerapah, rusa tutul, gajah, memberi makan rusa, orang utan, bison dan rusa yang jadi hewan favorit si kecil untuk diberi makan

Ketika giliran kami, cuma ada satu unta yang mau melongok ke arah kami. Mungkin dua unta sebelumnya sudah kekenyangan diberi makan mobil-mobil sebelum kami. Unta yang condong itu cukup tua dan si kecil sudah sampai keluar sepinggang untuk memberi makannya wortel. Suami memegangi tangan si kecil sehingga si kecil bisa maksimal memberi wortel. Namun ia salah memegangnya dari daun wortel sehingga ujung wortel kurang jauh kena ke bibir Unta. 

Si unta tua tampak mupeng dengan wortel, bibirnya sampai gemetaran dan liurnya sampai jatuh. Pemandangan yang bikin saya meledak tertawa karena ya mirip seperti harapan yang ngga kesampaian hihihi. Petugas sampai menghampiri si kecil untuk membantu wortel dimakan Unta. Kedua kalinya baru cukup sukses si kecil memberi makan si Unta tua. Setelah saya pikir lagi mungkin si Unta tua ngga kebagian makan wortel dari mobil-mobil di depan tadi.

Ada banyak rusa (yang jadi hewan favorit untuk diberi makan si kecil), bison, jerapah, orang utan, kerbau dan lainnya. Waktu melewati rusa tutul, saya nostalgia teringat waktu kuliah pernah memilih rusa tutul sebagai objek gambar untuk tugas gambar di kebun binatang. 

Sampai sini pun, stok wortel kami kira-kira sudah setengahnya saja habis. Agak menyesal juga kenapa ngga beli wortel lebih banyak. Betul kata si penjual, ada hewan cukup banyak di dalam. Padahal di rumah ada stok wortel sedikit lho, tapi kelupaan di bawa.

Yang mengagetkan ketika kami melewati area jerapah. Petugas bilang, kami bisa memberi makan jerapah dan foto-foto dengan membayar tiga ratus ribu. Dengan angka demikian bikin saya merasa ‘diakali’. Paket masuk safari siang saja lebih murah lho dan sudah dapat banyak wahana gratis macam-macam. Ada keluarga kecil di depan kami yang menaiki tangga kecil untuk berinteraksi dengan jerapah, bikin saya mikir apa mereka bayar juga tiga ratus ribu?

Area Macan dan Harimau

Cukup menegangkan ketika kami sampai di gerbang Harimau. Di depan kami sudah disambut dengan plang tulisan yang memperingatkan kami tentang tidak membuka jendela demi keselamatan kami. Hujan pun rintik-rintik membasahi kaca jendela. Namun harimau-harimau yang kami lewati tampak sedang bersantai dan bahkan tertidur.

Satu hewan yang menurut saya paling menyeramkan itu Harimau Benggala asal India. Walaupun jauh, ia terlihat ‘berkuasa’ dan punya aura buas. Motif bulunya bagus banget. Persis deh seperti Harimau di film Life of Pi (yang sepertinya jenisnya sama). Harimau itu ketika kami lewati sedang bersantai di samping patung harimau di atas bukit kecil. Jiwa fotografer saya itu pengen buka jendela demi menjepretnya, namun tentu saja akal sehat saya mencegahnya.

taman safari bogor tour: beruang, harimau, macan, llama
taman safari bogor tour: beruang, harimau, macan, llama dan si kecil yang senang memberi makan binatang

Sepertinya sih harimau-harimau ini sudah kenyang dan lagi di zona istirahat. Memang kami melewati mereka di jam siang bolong. Mungkin kekenyangan perut mereka ini khusus dijaga agar tidak membahayakan pengunjung yang lewat. 

Setelah area hewan buas, kami bertemu dengan hewan-hewan lain seperti Zebra, llama, beruang, monyet dan hewan-hewan lainnya. Maaf karena ada banyak, sampai lupa apa saja dan jenisnya pun beragam. Sayangnya stok wortel sudah habis jadi beberapa hewan kami lewati saja. Si kecil tampak kecewa juga tidak bisa memberi makan mereka.

Pengalaman ke Wahana Lain di Taman Safari

Naik Kereta Gantung 

Lega juga akhirnya bisa menghirup udara luar yang sejuk di luar Safari Tour. Cuaca agak dingin, mungkin karena sedikit mendung. Setelah ke toilet, kami memutuskan naik kereta gantung. Ini sih saya yang excited karena sebelumnya ingin ajak si kecil naik kereta gantung ke Taman Mini Indonesia Indah, namun ngga jadi ke sana. Ngga nyangka ada kereta gantung di Taman Safari. Si kecil juga bersemangat mau naik. 

Ternyata wahana ini tidak termasuk di paket Safari Siang. Sehingga ada biaya per orang Rp 50.000. Nggak lama menunggu kita naik deh kereta gantung. 

Si kecil kelihatan senang. Saya sibuk rekam video sementara sambil melihat pemandangan di bawah. Ya, kalau mau melihat hampir semua arena dalam Taman Safari, naik kereta gantung saja. Goyang-goyang dikit wajar ketika mau turun dan naik dari perhentian. Namanya juga kereta yang digantung. Ada bunyi ranting pohon kena badan kereta sesekali karena memang area juga ada pohon-pohon menjulang tinggi. 

Cukup seru karena pemandangan arena Taman juga juga bagus, dihiasi pepohonan tinggi dan gunung. Sayangnya menurut saya kurang lama durasi keretanya, hehehe.

Animal Ride

Turun dari kereta gantung, kami pergi ke area Baby Zoo. Tapi ternyata si kecil kepingin naik kuda. Inipun ngga masuk ya dalam Safari Siang, jadi ada biaya Rp 50.000 per anak dan ada ukuran tubuh maksimal juga untuk bisa naik kuda. 

Selain kuda, kita juga bisa menaiki unta dan gajah. Tapi waktu itu karena menahan lapar jadi ngga kepengen coba animal ride ini. Sepertinya naik gajah jadi favorit pengunjung. Si kecil ingin naik gajah kalau kita kembali ke Taman Safari Bogor.

Nah dari sini kami putuskan untuk mencari makan. Awalnya kami ke Rain Forest Restaurant, namun pindah ke Safari Fried Chicken. Baca lebih lengkap di Kuliner di Taman Safari ya.

Rumah Hantu

Selesai shalat di mushola dan ngemil dari Cafe Onta, kami putuskan mencoba untuk menghampiri Safari Theatre, tempat dimana ada pertunjukan hewan. Ini merupakan wahana selanjutnya yang diinginkan si kecil untuk kami datangi. Sambil bawa kopi yang belum habis, kami terobos hujan ringan yang masih jalan. 

Ternyata pintu Safari Teater tertutup rapat. Menurut petugas toko suvenir di seberang, wahana itu dibuka jam 15.30 WIB dan sekarang sudah ditutup untuk hari ini. Hal yang agak disesalkan hari itu. Lebih ke sedih karena mengecewakan si kecil. Hikmahnya, lain kali kita harus cermat dengan jadwal pertunjukan. 

On the way balik ke area Parkir, kami putuskan mencoba rumah hantu yang ada di depan wahana roller coaster. Berhubung banyak wahana outdoor mesti ditutup karena hujan, masuk rumah Hantu jadi opsi deh. Bangunannya berwarna hitam dengan tulisan Moco di depan. Awalnya cuma kami bertiga, tapi sambil menunggu Si Bapak ikutan kemari, sekelompok keluarga ikut masuk dan naik wahana duluan.

Gedung Safari Teater (atas) dan Gedung rumah hantu (bawah)
Gedung Safari Teater (atas) dan Gedung rumah hantu (bawah)

Wahana ini include dalam paket Safari Siang, sehingga kita ngga perlu bayar lagi. Kami juga diberi kacamata 3D. 

Agak ragu sih saya pakai dobel kacamata jadinya, tapi saya ikuti for the sake of the ride. Beberapa kali terdengar suara sentakan keras yang mengagetkan, ternyata bagian dari ‘atraksi’ rumah hantu. Keluarga yang masuk wahana duluan ternyata berbeda kereta dengan kami. Sehingga saya dan teteh jadinya duduk di bangku paling depan. 

Masuk ke dalam wahana rumah Hantu, ada banyak properti ‘makhluk menakutkan’. Kenapa pakai kacamata 3D, karena makhluk-makhluk tersebut berupa instalasi yang berwarna-warni yang digerakkan mesin. Seringnya kemunculan mereka yang mengagetkan, yang bikin adrenalin melaju. 

Ngga berapa lama juga sih naiknya, mungkin kalau lebih lama lagi ngga bagus untuk yang gampang ketakutan. Saya? Agak bingung karena melalui frame kacamata dobel saya, ‘hantu-hantu’ tersebut berbayang-bayang dan kurang menyatu di mata, hehehe. Ya rasa ngeri sih ada, lebih karena ngga tau di depan bakal ada apa?

Sementara si kecil ternyata menunduk sepanjang ‘perjalanan’ karena takut, hahaha

Nonton Presentasi Edukasi Satwa Gajah

Ternyata si kecil pengen nonton Presentasi Edukasi Satwa Gajah yang ada di arena samping Rain Forest Restaurant. Padahal sebelum ke rumah hantu, kami melewati pengunjung dan Gajah yang lagi siap-siap mau nonton. Kini area tangga sudah dipenuhi pengunjung. Beruntung kami masih bisa dapat tempat duduk di area tangga kanan agak tengah. 

Oya, karena dibuka publik begini sudah tentu ngga ada loket. Dan pertunjukan ini gratis dinikmati semua pengunjung. Ada tiga arena tangga besar dan semua hampir ditutupi pengunjung, ramai sekali bukan? 

Aksi Presentasi Edukasi Satwa Gajah
Aksi Presentasi Edukasi Satwa Gajah Taman Safari Bogor

Saya senang karena bisa duduk santai menyantap sisa kopi setelah tegang naik wahana rumah Hantu. Yang lebih penting, saya ‘lega’ Presentasi Edukasi Satwa Gajah ini bisa menawar gagal nonton di Safari Teater untuk si kecil. Menonton kepiawaian gajah-gajah Sumatra berakting bersama performer di pertunjukan ini ada hiburannya sendiri. 

Ternyata bukan cuma persentasi, pertunjukan ini menawarkan sandiwara mengenai sifat rakus manusia yang ingin membangun lahan dan mengorbankan habitat hewan. Si Gajah memperlihatkan ‘kemarahan’nya dengan menghancurkan rumah. Dan ada beberada adegan yang memperlihatkan jagonya Gajah-gajah di sandiwara ini beraksi. Si kecil terlihat takjub juga melihatnya. 

Kereta Mini Baby Zoo Taman Safari 

Ngga berapa lama, Presentasi Edukasi Satwa Gajah selesai. Masih ada beberapa menit sebelum Taman tutup. Kami putuskan naik kereta mini di depan Baby Zoo, di belakang tempat si kecil tadi naik kuda. Alhamdulillah wahana ini masih buka walaupun sebenarnya sudah mau jam 17.00 WIB. Antrian tampak ramai dan pengunjung tampak antusias.

kereta mini baby zoo taman safari bogor
Pemandangan naik kereta mini baby zoo taman safari bogor

Ternyata kereta mini ini merupakan wahana untuk menunjukkan zaman dinosaurus, selain berkeliling di sekitaran area Baby Zoo. Sempat memasuki semacam terowongan dengan ‘obor-obor’ yang bikin saya merasa bagai di adegan Film Indiana Jones saja. Dinding-dinding outdoor ada yang dihiasi replika tulang belulang dinosaurus. 

Ada juga terowongan besar yang memperlihatkan patung dinosaurus-dinosaurus dengan sorot lampu merah dramatis juga atmosfir hutan dan dinosaurus, sehingga ada efek tegang dan menyeramkan. Obor api besar yang menyala mengagetkan kami semua ketika kita sedang melewati deretan tontonan ini. Apakah api sungguhan atau tidak? Yang jelas ada efek hangat di tangan saya yang lagi sibuk merekam perjalanan, sehingga ngga yakin itu api beneran atau tidak. 

Yang jelas si kecil yang duduk di pinggir mengaku lebih takut naik kereta mini ini dibanding masuk rumah Hantu. Iyalah, di rumah hantu kan kamu nunduk terus, hihihi

Kereta mini Baby Zoo ini adalah ride terakhir kami di hari itu di Taman Safari. Lumayan manis dan menghibur untuk menutup hari yang masih mendung dan agak rintik-rintik. Langit agak gelap ingin menjemput Magrib. Alhamdulillah ada rasa puas sudah memaksimalkan waktu disini.

Shalat di Taman Safari

Lokasi mushola di Taman Safari ada di dekat area masuk wahana selain Safari Tour. Tempatnya terbuka dan saya ngga memakai mukena disitu karena sudah memakai gamis dan kerudung panjang. 

Mungkin karena pas waktu Ashar, suasana liburan dan hujan sehingga agak penuh. Kabut sampai turun di dekat mushola. 

Orang-orang disitu semi berteduh tapi ngga ganggu juga sih. Ada anak perempuan kecil yang tampak kelelahan tidur di shaf saya shalat dengan bau minyak kayu putih yang tercium. Habis saya shalat, si Bapak membantu si kecil dan Ibunya di belakang shaf saya. Untung aja saya pakai jilbab. Ya lagi-lagi saya maklum, karena kalau anak ngga fit kita dalam survival mode

Habis saya shalat, ada Ibu-ibu membawa anak lelakinya yang seumur kira-kira 4 tahun tanpa celana dari arah tempat wudhu wanita (yang ada toiletnya sepertinya). Mereka tidak mengenakan alas kaki. Bersih juga sepertinya sih dan lagipula hujan. Dugaan saya anaknya itu habis BAB. Duh sebagai emak-emak saya cuma bisa maklum deh. Mendingan anak bersih kan daripada sepanjang jalan bawa ‘oleh-oleh’ di celana.

Menurut saya sih area mushola ini bisa lebih tertutup lagi untuk wanita. Secara bangunan sih terbuka dan memudahkan manusia bebas keluar-masuk. Tapi karena terbuka jadi susah untuk wanita mau membuka jilbab sebentar untuk pakai mukena. Dan merapikannya. Sebenarnya ini problema banyak mushola. 

Eh ternyata Taman Safari punya masjid, tapi letaknya di dekat Safari Teater. Jadi buat pengunjung mungkin sedikit jauh ya untuk shalat lebih nyaman.

Kuliner di Taman Safari

Sebelum shalat, kami menyempatkan diri makan dulu. Ini pertimbangannya karena menahan lapar dari sebelum masuk Taman Safari dan ngeri si kecil masuk angin. Kemungkinan besar dia tidak merasakan lapar karena asyik dan seru berkegiatan sedari tadi. 

Area makanan di tengah parkiran Taman Safari lebih ke makanan kecil sehingga kami ragu mau beli. Ada Food Truck yang berlokasi di tengah parkiran yang menjual makanan ringan seperti tteokbokki, mie yamin dan sebagainya. Ada Cafe Onta yang merupakan tempat ngopi dan jual bakery atau roti-rotian juga cake. Hmm, tapi kami maunya makan berat. 

Hampir Makan di Rain Forest Restaurant 

Karena pengennya cepat, area makan terdekat yang terlihat adalah Rain Forest Restaurant. Sekilas terlihat dari luar seperti restoran dining. Ternyata tidak. Sistem pemesanannya adalah food court atau kantin. 

Baru mau pesan menu, ternyata kita harus membayar dengan kartu yang di top-up. Jadi kita ke loket depan untuk memiliki kartu dan untuk di top-up. Minimal deposit Rp 100.000 dengan uang ‘pegangan’ di dalamnya Rp 15.000. Jadi kalau mengisi seratus ribu, yang bisa dibelanjakan Rp 85.000. Beberapa kartu seperti kartu Jenius, sisa uangnya tidak bisa di refund

Dengan banyak pertimbangan, kami ngga jadi makan disini. Akhirnya kami putuskan cari Safari Fried Chicken. Lagipula, menu ayam goreng ini menu aman untuk si kecil yang picky eater

Makan di Safari Fried Chicken 

Lokasi Safari Fried Chicken ada di dalam Baby Zoo area. Agak keliling sedikit. Dan kami tidak lewat pintu masuk utama, yang kelihatannya sekilas seperti terkunci. Pintunya ‘menembus’ kandang hewan. 

Kami sempat melewati area kanguru yang juga saya ajak si kecil lihat. Karena dia ingin tahu hewan yang punya ‘kantung anak’ ini. Ada juga sih hewan-hewan lain, tapi karena lapar jadi ngga begitu merhatiin deh, hihi.

Alhamdulillah ketemu juga Safari Fried Chicken. Dengan dekor bebatuan dan relief binatang, diapit ruangan kaca yang juga diisi fauna, sebenarnya Safari Fried Chicken mirip seperti counter fast food kebanyakan. Begitu juga dengan menunya. Terdapat dekor tulang binatang Gajah dan kulit harimau di sekitar.

Namun isi menunya cuma berisi deretan foto paket dan harganya. Ada paket berisi minuman dan makanan seharga tujuh puluh ribu, satu paket family yang kami pesan dan informasi big safari burger seharga Rp 50.000. Namun tak ada informasi harga satuan makanan maupun minuman. 

Paket family yang kami pesan berisi 6 ayam, 6 nasi dan 6 minuman Milo seharga tiga ratus ribuan. Alhamdulillah, minumannya bisa diganti air mineral. Namun ayam yang ready ada 4 potong, sisanya masih dalam pembuatan. Dia bilang siap dalam 30 menit. Pikir saya itu cukup karena kami memang berempat dan sisa paket seharusnya sudah siap begitu kami selesai makan. 

Tidak, makanannya tidak siap dalam 30 menit. Sehingga kami menunggu mungkin 15 menit lebih. Ini agak disayangkan karena kami agak mepet waktu. Jam sudah menunjukkan jam 3an, sementara Taman Safari tutup jam 17.00 WIB. Semoga layanannya bisa lebih ditingkatkan ke depannya.

Usai makan, kami pergi ke mushola untuk shalat. Saat itu hujan turun sampai kabut mendarat di dekat mushola. Kami meneduh sebentar setelah shalat sebelum memutuskan untuk berjalan. 

Nikmatnya ngopi kopi gula aren Cafe Onta Taman Safari Bogor
Nikmatnya ngopi kopi gula aren Cafe Onta Taman Safari Bogor

Ngopi di Cafe Onta Taman Safari

Karena ogah menunggu pasrah hujan, sementara waktu hampir sejam lebih menuju taman wisata tutup, kami putuskan ngopi di Cafe Onta. Sebenarnya sejak jam 10an saya sudah kepengen jajan kopi karena mulai mengantuk, jadi ide ngopi hangat dulu sebelum keliling lagi dan menunggu hujan rasanya oke banget.

Harga kopi gula aren, vanilla latte dan moccachino masing-masing seharga Rp 50.000 adalah kopi-kopi yang kami pesan. Roti keju seharga Rp 15.000 dan brownies seharga Rp 25.000. Rasa kopi gula aren cukuplah mengobati hasrat saya minum kopi, walau rasanya saya hampir mau nambah gula lagi. 

Ngga berapa lama menikmati ngopi kala hujan, kami putuskan ‘bergerak’ lagi karena waktu jelang tutup Taman sekitar sejam tersisa lagi. Nah dari sini kami jadi masuk ke Rumah Hantu Taman Safari.

Kesimpulan

Begitulah segenap tulisan mengenai pengalaman ke Taman Safari Bogor bulan Juni 2023. Sebenarnya dari cuaca, sedang agak mendung dan suka hujan. Tapi biarlah jadi sedikit ‘bumbu’ perjalanan dan pengalaman. Lagipula, mungkin bisa membuat atmosfer adem. Saya juga baru pertama kali melihat kabut diantara bangunan wahana yang meriah dan atraktif, jadi secara visual menambah cantik juga.

Nah dari pengalaman wisata ke Taman Safari Bogor ini, kesimpulannya:

  • Kalau bisa pergi berwisata tidak dalam hari-hari Liburan karena pastinya taman penuh dan bisa macet
  • Membeli stok makanan untuk diberikan di Safari Tour lebih banyak agar bisa memberi makan binatang lebih banyak
  • Lebih nyaman datang ketika cuaca sedang cerah karena akan menghambat waktu kita di Taman Safari
  • Mengetahui jadwal pasti wahana dan pertunjukan yang ingin dilihat sehingga tidak ketinggalan jamnya
  • Untuk makanan, jika bisa kita membawa bekal agar tidak kelamaan mencari lokasi, menggunakan sistem dan menunggu makanan siap
  • Pakai pakaian dan sepatu yang nyaman untuk wara-wiri ke area taman
  • Siapkan cash atau uang tunai cukup jika berencana naik wahana yang tidak diikutkan dalam paket Safari yang dipilih dan untuk makan di area Taman Safari

Makasih sudah membaca. Lebih dan kurangnya saya minta maaf ya. Tulisannya berusaha jujur dan diharapkan bisa membantu teman-teman yang butuh informasi ke Taman Safari Bogor pula. Yuk bisa kasih komentar di bawah ini 🙂

This Post Has 2 Comments

  1. Andra

    Next time Ke taman Safari, cobain deh sekalian nginep di Safari Resort. Bisa nginep di karavan atau tree house di tengah hutan Pasti jadi pengalaman yang enggak terlupakan buat Samuel.

    Pagi hari dibangunkan suara owa jawa yang bersahut-sahutan. Bisa jalan pagi keliling2, udaranya masih sehat. Baru sekitar jam 10 check out dan masuk taman Safari 😀

    Sama sempetin liat Panda 🐼🐼

Leave a Reply