Update Kegiatan Homeschooling Si Kecil – Desember 2023

update hs desember 2023.jpg

Update Kegiatan Homeschooling Si Kecil – Desember 2023 – Hello, hello. Assalamu’alaikum. Sudah agak lama ya saya ngga update mengenai kegiatan homeschooling si kecil di blog Tulisandin ini. Sebenarnya bukannya tidak ada yang diceritakan. Justru ada, tapi pertama saya sedikit tidak PD dengan metode yang saya jalankan (karena masih on going dan butuh diterapkan lebih dulu). Dan kedua, karena kesibukan juga sebagai freelancer, IRT juga lifestyle blogger

Oke deh, langsung saja ya saya ceritakan apa saja perkembangan yang sedang terjadi di ranah ini.

Mencoba Kurikulum Merdeka

Kira-kira di pertengahan tahun 2023 ini saya mencoba mengaplikasikan kurikulum merdeka. Sebenarnya awalnya saya cuma tertarik membeli buku-buku subjek pelajarannya. Jujur saja ada beberapa mata pelajaran yang saya agak clueless atau bingung mau mengajarkan apa ke si kecil yang sudah 7 tahun. 

Untuk bidang seni mungkin saya bisa lebih paham dan si kecil juga lebih mahir di bidang ini. Tapi untuk bidang eksakta seperti matematika dan IPA saya butuh bantuan. 

Ternyata memang cukup membantu membeli buku-bukunya. Materinya juga relatif ringan. Bahkan tersedia juga materi berbentuk audio visual dan kita tinggal scan barcode dengan handphone. Tentu membukanya melalui aplikasi penerbit. Materi audio visual cukup membantu anak saya tertarik belajar karena ia cepat bosan jika materi berupa textbook.

Dengan adanya buku-buku ini cukup membantu saya menjalankan homeschooling. Terlebih karena kesibukan tinggi yang bisa melanda, membuat saya tak sempat menyiapkan materi.

Nggak terlalu bergantung pada buku-buku ini, saya juga memberikan ‘selingan’ berupa tugas dengan printables. Karena didalam buku-buku ini sesekali ada tugas praproyek yang mengharuskan membuat karya. Lebih mudah saya sudah siapkan tugas berupa printables.

Mengembangkan Minat Baca Si Kecil

Tahun 2023 ini Alhamdulillah si kecil mulai lebih tertarik membaca. Sebelumnya sih saya rutin mengajaknya membaca cerita di aplikasi membaca dan buku-buku yang ia punya. Sejak dibelikan buku komik Doraemon, ia mulai suka membaca lebih intens. Akhir-akhir ini ia juga membaca komik Si Unis dan juga majalah Bobo.

Beberapa buku non komik juga kami belikan namun memang saat ini ia lebih menyukai buku berupa komik. Untuk buku-buku non komik biasanya saya tugaskan sebagai bahan mengisi jurnal membaca (lebih lanjut mengenai jurnal membaca ada di bagian bawah ya).

Menjadwalkan Homeschooling Selama 3 Bulan ke Depan

Kira-kira di awal bulan Oktober saya sengaja memberikan kegiatan HS libur seminggu. Ditambah dengan load pekerjaan lepas saya yang sedang lengang, saya menyempatkan diri membuat jadwal homeschooling selama 3 bulan sekaligus. Hal ini demi mengantisipasi kegiatan pembelajaran sehingga saya tinggal jalankan saja bersama si kecil. Ini karena saya merasa beban pekerjaan lepas saya bisa sangat tinggi seketika.

Boleh dibilang agak mumet buat saya yang terbilang newbie sebagai praktisi homeschooler. Ini karena saya harus menggeber seluruh kegiatan pembelajaran langsung untuk 3 bulan. Di saat yang sama saya juga tidak bisa memprediksi apakah si kecil mau atau minat dengan materi yang diajarkan maupun metode yang digunakan.

Namun tentu saja dari pengalaman ini saya banyak menganalisa dan menilai apa-apa yang tidak cocok dan berhasil. Mengevaluasi untuk menjadwalkan dan merencanakan lebih baik ke depannya.

Belajar Homeschooling Dengan Materi Sesuai Minat Anak

Tahun ini saya juga sempat ikutan webinar “Kiat Menyusun Kegiatan Di Rumah Berbasis Project” yang diisi Clefy, penulis buku Homeschooling With Love di akhir bulan Juli. Dari webinar ini saya mendapatkan insight bahwa kita tinggal mengikuti minat anak agar anak senang eksplor dan belajar. 

Bidang Seni

Untuk mata pelajaran Seni saya agak khusus menanyakan ke si kecil apakah ia berminat dengan ide-ide proyek yang saya temukan. Soalnya beberapa sering kali gagal proyek yang saya siapkan karena ia sebenarnya tidak begitu tertarik. Ada pula yang ketika pertama ditanyakan, ia mengatakan mau. Tapi ketika praktek ternyata ia tidak lagi berminat. Untungnya sih saya menanyakan dulu lagi alias konfirmasi ulang sebelum menjalankan sehingga tidak gatot atau gagal total.

Ada pula proyek seni yang si kecil sendiri usulkan. Nah kalau ini sebenarnya paling ideal sih. Seperti waktu kami membuat proyek seni membuat bumi dengan beras berwarna. Ternyata si kecil telah melihat referensi proyek seni ini di internet sudah agak lama dan ia ingin membuatnya. 

Ternyata si kecil suka sekali bermain clay. Kami bahkan sudah dua kali berkreasi menggunakan tanah liat. 

Bidang IPA

Saya mulai mengajaknya melakukan eksperimen sains sederhana. Si kecil ternyata suka melakukan eksperimen. Namun apa dulu yang dicoba, itulah tantangannya.

Melakukan eksperimen sains ini sebenarnya tantangan besar untuk saya yang ngga begitu mendalami bidang eksakta. Tapi banyak sih sebenarnya referensi yang bisa ditiru atau dicoba dari dunia maya.

Saya senang karena si kecil suka menagih melakukan eksperimen sains ini. Akhir-akhir ini belum ada eksperimen sains lagi. Terakhir kami mencoba melakukan eksperimen panas matahari pada beberapa objek.

Membiasakan Anak Menulis

Agak tricky mengajak anak saya menulis. Dulu saya sempat ikut kelas menulis kreatif untuk anak dan orangtua. Meskipun bahannya menarik tapi tak cukup membuat si kecil gemar menulis.

Jujur sepertinya dari sisi motorik anak saya kurang. Ditambah ia sendiri adalah anak lelaki yang kurang tekun juga ya sepertinya menulis dan lebih suka aktivitas menulis. 

Akhirnya saya membuatkannya jurnal membaca (yang juga saya tiru dari kurikulum belajar bahasa Indonesia kelas 1 SD). Awalnya sih di buku tulis biasa, lalu saya buatkan semacam jurnal untuk ia tulis. Sehingga 2 kali seminggu minimal ia mengisi jurnal membaca. Kadang dari cerita yang saya pilihkan, kadang ia yang memilih.

Anak Mulai Otomatis Meminta Belajar

Jujur saja anak saya memang paling senang main games di komputer. Tapi saya membuat peraturan untuk belajar setelah sarapan baru kemudian bisa bermain. Karena adanya aturan ini dan dijalankan beberapa bulan, si kecil otomatis sudah meminta belajar sejak pagi. Bahkan tugas yang saya berikan kadang sudah cepat ia kerjakan sebelum saya minta.

Apakah si kecil cuma menjalankan semata-mata demi cepat main? Ya ngga selalu begitu karena pernah ia berucap bahwa ia kangen belajar. Hihihi… Ya ternyata ia suka juga mengeksplor dan belajar hal baru. 

Terutama ia suka sih belajar bahasa Inggris juga. Dan seperti yang saya ceritakan sebelumnya, ia suka bidang seni dan uji coba sains.

Anak Belajar Coding Lebih Lanjut

Tahun 2023 ini anak saya juga mulai mempelajari coding lebih lanjut. Awalnya saya ajak ia ulik aplikasi Scratch Junior di handphone. Ia menyukai dan senang berkreasi disana. Namun kekurangan dari aplikasi Scratch Junior adalah ia tidak terkoneksi dengan desktop dan tidak dapat diekspor hasilnya (saat si kecil mencoba, entah kalau sekarang ya).

Saya ajak si kecil belajar Scratch di komputer di tempat kursus online. Saat itu si kecil belajar 1 bulan saja karena ia sudah tak lagi tertarik melanjutkan. 

Selanjutnya si kecil mengulik software Roblox Studio karena ia gemar bermain Roblox. Dibantu suami saya juga yang memiliki latar belakang pekerjaan 3D sehingga ia mudah mengeksplor dan membuat games di Roblox.

Atas kesepakatan bersama, saya mencarikan tempat kursus online Roblox Studio. Di pertengahan tahun kala itu sedang musim kelas liburan dan saya menemukan semacam kelas pendek Roblox Studio yang cuma 4 pertemuan saja. Si kecil senang karena satu kelas berisi 5 anak yang satu minat dengannya dan guru yang ia suka interaksi bersama. 

Usai kelas pendek itu, si kecil masih berminat belajar kelas lanjutan sehingga saya mendaftarkannya lagi untuk kelas online grup. Inginnya sih langsung ya tatap muka tapi melihat jam dan waktu pertemuannya yang di jam macet, belum lagi jaraknya pulang pergi sehingga kami putuskan si kecil untuk belajar online lagi. Kelas lanjutannya hampir berakhir nih dan sebentar lagi ia ada tes akhir. Masya Allah.

Mencoba Ajak Anak Keluar Rumah dan Berjalan Kaki

Saat semua jadwal mulai berjalan, saya tersadar bahwa kebanyakan aktivitas anak saya itu di rumah. Beberapa kali saya mengajaknya olahraga melalui video olahraga anak di Youtube. Tapi ia lama-lama jenuh.

Saya juga mengajaknya beberapa kali ikut membantu membersihkan teras karena bisa terkena sinar matahari. Tapi tidak selalu ia mau melakukan aktivitas ini. Belum lagi rumah yang kami tempati suka banyak nyamuk sehingga bikin khawatir anak digigit nyamuk berbahaya (naudzubillah min dzalik).

Saya mengajaknya mengambil rute lebih jauh untuk ke tukang sayur. Karena saya sendiri ingin sekalian olahraga. Lalu kalau tidak banyak waktu, saya ajak ke taman untuk berjemur. Kadang ngga kejadian karena cuaca mendung.

Tapi rutinitas ini ternyata membuat si kecil terbiasa juga. Suatu kali ia yang meminta untuk jalan kaki keluar rumah. Alhamdulillah.

Penutup 

Begitulah sederet (yang lumayan banyak juga) perkembangan dunia homeschooling si kecil. Harapannya saya bisa kembali menjadwalkan kegiatan HS selama 3 bulan ke depan setelah Desember. Inginnya bisa ada field trip juga seperti ke Planetarium atau Kampung Lali Gadget dimana anak bisa eksplorasi dunia yang ia suka. 

Semoga bisa nulis perkembangan selanjutnya. Thanks sudah baca dan share your thoughts di kolom komentar yaa!

Leave a Reply